Nama surah ini diambil dari seorang wanita suci, Maryam, yang juga merupakan ibu dari Nabi Isa AS. Kisah Maryam dan kelahiran Nabi Isa menjadi salah satu bagian penting dalam surah ini. Selain kisah tersebut, surah ini juga memuat kisah sejumlah nabi serta penegasan mengenai keesaan dan kekuasaan Allah.

Keberadaan manuskrip surah Maryam di Museum Al-Qur'an Makkah memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat secara langsung perkembangan metode penulisan Al-Qur'an serta memahami bagaimana kitab suci tersebut dicatat dan dilestarikan pada masa-masa awal Islam.

Mengutip laporan kantor berita Kerajaan Saudi, SPA, Museum Al-Qur'an tempat dipamerkannya manuskrip tersebut diresmikan oleh Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz pada 4 Maret 2025. Museum ini menjadi salah satu daya tarik utama di Kawasan Budaya Hira yang dikembangkan untuk memperkaya pengalaman religius dan budaya bagi masyarakat maupun pengunjung Makkah.