Di tengah persaingan tersebut, Marquez belum mau memikirkan terlalu jauh soal gelar. Pebalap berusia 33 tahun itu memilih fokus menjalani balapan satu per satu. Kendati demikian, Mandalika menjadi pengecualian karena memiliki catatan buruk baginya.
"Dari sejarah, Indonesia adalah yang terburuk [buatku], karena setiap tahun aku mendapatkan memori buruk dari sana," ceplos juara dunia MotoGP tujuh kali itu,
"Namun, selain itu, aku merasa baik-baik saja dengan sirkuit-sirkuit yang lain. Jadi balapan demi balapan. Sekarang, mari memulihkan tenaga dari balapan ini dan fokus ke Misano," dia menambahkan.