Keputusan Marquez datang selambat mungkin tak lepas dari situasi di kawasan Timur Tengah. GP Qatar menjadi sorotan karena konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan perjalanan dan penyelenggaraan balapan.
Ketidakpastian itu juga memicu ketegangan antara para pebalap, tim, dan penyelenggara MotoGP. Yamaha bahkan telah mengumumkan tidak akan berpartisipasi dalam GP Qatar karena kebijakan pembatasan perjalanan perusahaan terkait situasi di Timur Tengah.
MotoGP merespons keputusan Yamaha dengan menyatakan kekecewaannya. Pihak penyelenggara menilai berbagai jaminan keamanan telah diberikan setelah berkoordinasi dengan pemerintah Qatar, Sirkuit Lusail, penasihat keselamatan independen, dan pihak terkait lainnya.
MotoGP juga menyebut keputusan Yamaha dapat menimbulkan konsekuensi kontraktual dan olahraga. Adapun konsekuensi olahraga akan ditangani FIM sesuai regulasi kejuaraan.