Kasus tersebut telah memicu kemarahan publik di Okinawa, di mana kejahatan yang melibatkan personel militer AS yang ditempatkan di Jepang telah lama menjadi sumber kekhawatiran. Kejahatan-kejahatan tersebut meliputi pemerkosaan, pembunuhan, dan perampokan.
Menurut laporan sebelumnya dari surat kabar Jepang Shimbun Akahata, yang mengutip data Badan Kepolisian Nasional Jepang, kepolisian Jepang telah menangani 4.998 kasus kriminal yang melibatkan personel militer AS dan anggota keluarga mereka sejak 1989 hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.447 kasus terjadi di Prefektur Okinawa, yang menyumbang hampir separuh dari total kasus.