"Latihan ini untuk mengasah kemampuan taktis, ketangguhan, dan profesionalisme prajurit Marinir, sekaligus menguji koordinasi unsur laut, darat, dan udara dalam mendukung keberhasilan operasi," kata Rana.

Dia menjelaskan, personel Marinir yang terlibat dalam berasal dari Brigif 2 Marinir. Mereka menjalankan simulasi infiltrasi dari laut ke daratan lalu melakukan penyerangan masuk ke wilayah musuh.