Pembalap asal Magetan, Jawa Timur, itu harus menghadapi persaingan ketat sejak awal balapan. Posisi start yang berada di barisan belakang membuat Mario memiliki tugas berat untuk memperbaiki posisinya di tengah persaingan.

Sepanjang balapan, Mario berusaha mempertahankan kecepatannya untuk bersaing dengan pembalap lain. Namun, dia belum mampu menembus kelompok 15 besar yang menjadi zona peraih poin dalam kejuaraan dunia Moto2.

Mario akhirnya menyelesaikan balapan di urutan ke-22 yang membuatnya tidak memperoleh tambahan poin dari seri Qatar.