Marquez menceritakan kondisi lintasan yang berubah membuatnya batal berusaha menyalip Pedro Acosta di depannya. Cuaca hujan jadi alasan pemilik tujuh gelar juara MotoGP itu tidak menggebu-gebu mengejar finis pertama.
"Mentalitas saya memilih untuk cerdik sejak awal ketika melihat cuaca [mulai hujan]. Jangan pimpin balapan, [saya] coba saja untuk berada di belakang pemimpin [balapan]," ujarnya.
"Ketika [Sprint Race] tersisa lima atau enam lap, hujan mulai turun di sektor kedua meski kondisi [lintasan] lebih baik di garis akhir. Tapi kita tidak tahu di Malaysia ini dari satu lap ke lap lainnya. Bisa saja mendadak basah," ia menambahkan.