NADIKABAR.COM — Pendidikan merupakan hak fundamental setiap warga negara sekaligus kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Namun, tantangan berupa putus sekolah kerap menjadi penghalang besar bagi kemajuan masyarakat di berbagai daerah.

Melalui pemutakhiran data warga yang akurat, pemda harus mampu memetakan kantong-kantong wilayah yang rentan terhadap anak putus sekolah akibat kendala ekonomi maupun geografis. Berbekal data tersebut, pemerintah turun tangan langsung dengan mendirikan sekolah-sekolah alternatif, memperluas jangkauan layanan pendidikan kesetaraan, serta menyediakan akses transportasi gratis bagi pelajar di daerah terpencil.

Selain kendala jarak, faktor ekonomi sering kali menjadi alasan utama masyarakat terpaksa menghentikan pendidikan anak-anak mereka.

Berangkat dari sini, hadirlah Gelaran Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi untuk daerah-daerah yang dinilai mampu memperluas akses terhadap layanan pendidikan berkualitas. Daerah-daerah ini masuk dalam penghargaan kategori Akses ke Layanan Pendidikan.