NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat masker kesehatan menjadi komoditas dari kelompok kesehatan yang menjadi penyumbang utama inflasi Jakarta secara bulanan pada September 2026 yang mencapai sebesar 0,13 persen.

"Ini baru terjadi di bulan September 2026, inflasinya (masker) terjadi sebesar 5,83 persen, yang pada gilirannya memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Kamis.Dia mengatakan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap harga masker kesehatan yang tiba-tiba melonjak sehingga komoditas masker kesehatan mengalami inflasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga masker kesehatan melonjak dua hingga 10 kali lipat setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke berbagai wilayah, salah satunya DKI Jakarta.

"Kita sudah mengalami dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, di mana disarankan untuk, khususnya di DKI Jakarta, masyarakat untuk memakai masker," ujar Kadarmanto.

Dia menyebutkan kelompok kesehatan tercatat mengalami inflasi sebesar 0,63 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

Kelompok kesehatan, kata dia, merupakan kelompok penyumbang inflasi tertinggi kedua pada September 2026, setelah kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,46 persen dengan andil sebesar 0,08 persen.

Kadarmanto juga mencatat dalam tiga tahun terakhir, inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau selalu berfluktuasi. Inflasi tertinggi terjadi pada Februari tahun 2026, yaitu sebesar 2,23 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi pada Januari 2026, yakni sebesar 1,57 persen.

Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok tersebut, di antaranya daging ayam ras, cabai rawit, beras, telur ayam ras, dan juga sawi putih.