Ia juga menyayangkan jembatan bambu yang sebelumnya digunakan warga telah dibongkar sebelum jembatan sementara selesai dibangun.

β€œHarapan warga, ya ini akses jembatan cepat jadi karena ini akses buat ke pasar sama ke makam lebih dekat. Harusnya kalau jembatan belum jadi, jembatan bambu jangan dirobohin dulu supaya akses warga tidak makin susah,” katanya.

Warga lainnya Anna Haryanti (49) mengatakan, dirinya harus memutar karena jembatan yang menjadi akses utama belum dapat digunakan.

β€œJadi warga pada susah semua. Kita mana-mana susah, jadinya muter ke pasar. Saya begini tidak ada motor, jalan juga sakit kakinya. Ke pasar jadi jauh,” ujar Anna.

Warga sebelumnya telah mendapat informasi bahwa pembangunan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 15 hari. Namun, hingga memasuki pekan ketiga, pengerjaan belum kembali berjalan.

β€œJanjinya 15 hari jadi, katanya tidak lama. Nyatanya sekarang sudah tiga minggu, mangkrak begitu. Kita susah semua,” katanya.