NADIKABAR.COM — Mata yang tiba-tiba bengkak dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas. Kondisi tersebut bisa muncul pada salah satu maupun kedua mata, dengan keluhan yang menyertai seperti gatal, kemerahan, nyeri, atau mata berair. Lantas, apa saja penyebab mata bengkak dan bagaimana cara mengatasinya?

Pembengkakan pada mata umumnya terjadi di bagian kelopak atau jaringan di sekitarnya. Penyebabnya cukup beragam, mulai dari alergi dan iritasi hingga bintitan, kalazion, peradangan kelopak mata, serta infeksi.

Penyebab mata yang tiba-tiba bengkak

Reaksi alergi menjadi salah satu penyebab umum kelopak mata membengkak. Kondisi ini biasanya disertai rasa gatal dan dapat terjadi pada satu maupun kedua mata. Pemicu alergi dapat berasal dari berbagai zat yang bersentuhan dengan area mata atau berada di lingkungan sekitar.

Bintitan atau hordeolum merupakan infeksi pada bagian kelopak mata yang biasanya ditandai dengan benjolan merah, pembengkakan, dan rasa nyeri. Pada beberapa kasus, benjolan dapat berisi nanah.

Kalazion terjadi ketika kelenjar minyak pada kelopak mata mengalami penyumbatan. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya benjolan dan pembengkakan. Berbeda dengan bintitan, kalazion umumnya tidak terasa sakit setelah peradangannya mereda.

Blefaritis merupakan peradangan pada tepi kelopak mata. Gejalanya dapat berupa kelopak mata merah dan bengkak, rasa terbakar atau gatal, serta munculnya kerak pada bulu mata. Kondisi ini dapat dipicu oleh infeksi, reaksi alergi, atau gangguan kulit tertentu.

Gigitan serangga di sekitar mata dapat menyebabkan gatal, kemerahan, dan pembengkakan. Penggunaan kosmetik atau produk tertentu di sekitar mata juga dapat memicu reaksi iritasi maupun alergi.

Pembengkakan yang disertai kemerahan dan nyeri dapat berkaitan dengan infeksi pada kelopak atau jaringan di sekitar mata. Dalam kasus yang lebih serius, infeksi dapat mencapai jaringan di dalam rongga mata atau orbital cellulitis. Kondisi ini dapat menyebabkan demam, nyeri ketika menggerakkan mata, mata menonjol, hingga gangguan penglihatan.

Untuk bintitan, kompres hangat menggunakan kain bersih pada mata yang tertutup selama lima hingga 10 menit dapat dilakukan dua sampai tiga kali sehari. Cara tersebut dapat membantu bintitan mengering dan sembuh dengan sendirinya.

Benjolan akibat bintitan sebaiknya tidak dipencet atau dipecahkan sendiri. Tindakan tersebut dapat menyebabkan infeksi menyebar dan memperburuk kondisi.

Kelopak mata dapat dibersihkan secara lembut menggunakan air dan sabun ringan. Selama mengalami bintitan atau iritasi, penggunaan riasan mata sebaiknya dihentikan sementara hingga kondisi membaik.

4. Hindari pemicu alergi atau iritasi

Apabila pembengkakan muncul setelah menggunakan kosmetik, produk perawatan wajah, atau terpapar zat tertentu, hindari pemicu tersebut. Mata juga sebaiknya tidak digosok karena dapat memperparah iritasi.

5. Hentikan sementara penggunaan lensa kontak

Lensa kontak sebaiknya tidak digunakan ketika mata sedang mengalami infeksi atau pembengkakan, terutama jika berkaitan dengan bintitan. Penggunaan kembali dapat dilakukan setelah kondisi mata membaik sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Kapan mata bengkak perlu diperiksa?

Tidak semua mata bengkak merupakan kondisi serius. Namun, pembengkakan perlu segera diperiksa apabila disertai demam, kehilangan penglihatan, penglihatan ganda, atau mata terlihat menonjol. Merck Manual memasukkan gejala tersebut sebagai tanda peringatan pada kasus pembengkakan kelopak mata.

Pembengkakan yang disertai nyeri ketika menggerakkan mata, penurunan penglihatan, mata menonjol, demam, atau pembengkakan yang semakin parah juga perlu mendapat penanganan medis segera karena dapat menjadi tanda orbital cellulitis.

Dengan mengetahui penyebab dan gejala yang menyertai, mata bengkak dapat ditangani sesuai kondisi. Namun, apabila pembengkakan tidak kunjung membaik atau muncul tanda bahaya, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat, demikian merangkum dari sejumlah sumber.