Komentar lainnya bahkan menggambarkan, adanya kontras tim redaksi suasana dalam video dengan realitas yang sedang dihadapi sebagian masyarakat.

"Sakit hati bgt ngeliat dia sarapan sehat, enak senyum2 sementara org lain banyak kesusahan dan dia 'ga nyaman' dengan berita org lain kesusahan. Gila lu modi," tulis netizen.

Perdebatan kemudian sampai pada satu kata yang menjadi titik penting dalam kontroversi ini, yakni privilese.

Kritik tersebut kemudian mendapat respons dari Maudy. Ia menyadari, pembahasan mengenai privilese dalam mengambil jarak dari pemberitaan belum mendapat porsi yang cukup dalam konten sebelumnya.

"Bisa menjauh dari pemberitaan itu sendiri merupakan sebuah keistimewaan. Tidak semua orang punya pilihan itu, terutama ketika apa yang terjadi berdampak langsung pada kehidupan, keluarga, pekerjaan, atau komunitasnya. Aku minta maaf karena bagian ini belum cukup aku refleksikan di videonya," tulis Maudy Ayunda memberikan klarifikasi di konten YouTube-nya.