NADIKABAR.COM — Bintang Real Madrid, Kylian Mbappe akan kehilangan pemasukan US$30 juta atau setara Rp544 miliar karena pernyataannya soal meme mantan pemimpin China, Mau Zedong.

Dilansir dari Forbes, Mbappe diperkirakan akan mendapatkan pemasukan US$100 juta atau Rp1,8 triliun pada musim ini. Rinciannya, US$70 juta (Rp1,27 triliun) dari aksinya di lapangan dan Rp544 miliar dari produk dan kepentingan bisnis lainnya.

Pemasukan sebesar itu membuat Mbappe berada di peringkat ketiga dalam daftar pesepakbola dengan bayaran tertinggi di dunia versi Forbes yang telah dirilis pada awal Oktober lalu.

Namun, pemasukan Mbappe yang hilang sekitar Rp544 miliar ini baru sebatas estimasi seperti dilaporkan oleh Forbes. Sebabnya, tidak ada satu pun perusahaan asal China yang bekerja sama dengan Mbappe mengungkapkan nilai pembayaran mereka.

Mbappe memang baru saja ditinggal sejumlah sponsor asal China. Hal ini berkaitan dengan pernyataannya soal Mao Zedong yang disebut bintang asal Prancis itu seorang diktator dan menimbulkan kemarahan yang luas di China.

Rakyat China menganggap Mao Zedong bukan sebagai diktator, melainkan tokoh revolusioner. Ia adalah bapak pendiri Republik Rakyat China modern.

Perusahaan minuman raksasa China, Dongpeng, menghentikan semua kerja sama dengan Mbappe per Selasa (27/10). Dongpeng menyebut tidak bisa menoleransi sikap sentimen China.

Produsen susu terbesar China, Mengniu, juga melakukan hal serupa. Produsen keju terkemuka China, Milkground juga memutus segala bentuk kerja sama dengan pemain asal Prancis tersebut.

Pada saat yang sama, China Media Group, mengambil langkah tegas dengan menghentikan segala siaran pertandingan sepak bola [termasuk La Liga] dan iklan yang menampilkan Mbappe.