NADIKABAR.COM — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo di-suspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pasca terjadinya keracunan massal santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Lantas, bagaimana nasib MBG di 19 lembaga yang dilayani SPPG tersebut?
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo menyebut program MBG dari lembaga-lembaga yang dilayani SPPG Kalitengah masih bisa berjalan dengan beberapa ketentuan.
Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi terkait keberlangsungan program MBG di lembaga-lembaga yang sebelumnya mendapat pasokan dari SPPG tersebut.
"Terkait dengan keberlangsungan program ini, sependek yang saya tahu mereka (Korwil BGN) memberikan alternatif," kata Lakhsmie Sabtu (5/9/2026).
Lakhsmie menjelaskan, alternatif yang diberikan yakni mengalihkan penyaluran MBG dari SPPG lain. Dengan demikian, penghentian sementara operasional SPPG tidak serta-merta membuat penyaluran MBG di 19 lembaga tersebut berhenti.
"Jika para santri atau para murid yang ada di lembaga di bawah apa yang mendapat PM dari SPPG ini masih mau menerima, ya nanti akan diberikan apa namanya, jatahnya. Tapi tentunya dialihkan ke SPPG yang lain," ujarnya.
Namun, Lakhsmie menegaskan penyaluran tersebut tidak dapat dipaksakan apabila pihak lembaga maupun penerima manfaat tidak lagi bersedia menerima MBG.
Keberlanjutan penyaluran MBG tersebut juga bergantung pada keputusan sekolah atau lembaga penerima dan para santri atau siswanya.