NADIKABAR.COM — Sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah rusak berat akibat serangan Iran. Fakta ini didukung foto dan video yang diperoleh ABC News ketika Pentagon menilai dampak perang yang telah berlangsung lebih dari enam bulan.

Laporan tersebut menyebut gambar-gambar itu menunjukkan bangunan dan sebuah pesawat rusak di tiga pangkalan AS di Kuwait serta satu pangkalan di Arab Saudi yang menjadi lokasi aset AS.

Sebagian aset di pangkalan tersebut telah dievakuasi, lapor ABC News.

Salah satu foto memperlihatkan pesawat pengintai E-3 Sentry senilai sekitar 270 juta dolar AS (sekitar Rp4,8 triliun) yang rusak pada akhir Maret di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi.

"Pangkalan-pangkalan ini telah rusak dan tidak dapat diperbaiki. Jika kami memilih membangunnya kembali, itu akan menjadi pekerjaan yang berlangsung selama puluhan tahun," kata seorang anggota senior militer AS yang berbicara dengan syarat anonim.