"Ini pertama kalinya kita menyaksikan pertunjukan Gandrung Sewu yang berbeda dari biasanya. Di mana pertunjukan tradisional berpadu indah dengan teknologi. Ini bukti tradisi tidak harus berhenti dalam bentuk yang diwariskan, namun dapat hadir dalam bentuk baru yang memikat bagi generasi muda. Karena budaya yang hidup adalah budaya yang dirawat, dicintai, dan diberi ruang untuk berkembang," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat membuka Gandrung Sewu.
Perubahan konsep di Gandrung Sewu yang memasuki tahun ke-14 tersebut, menunjukkan tradisi dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan warisan identitasnya.
Rangkaian pertunjukan dibuka dengan teaterikal Meras Gandrung, yang menggambarkan ritual adat dalam proses kelulusan penari Gandrung profesional.
Suasana semakin meriah ketika formasi drone fireworks menghiasi langit Pantai Marina Boom. Ratusan titik cahaya bergerak membentuk visual yang menggambarkan Gandrung, Gunung Ijen, dan berbagai simbol yang merepresentasikan Banyuwangi.
Bupati Ipuk mengatakan konsep baru Gandrung Sewu menjadi pendekatan tersendiri untuk memperkenalkan budaya kepada generasi muda. Menurut dia, pelestarian tradisi tidak harus membatasi kreativitas dalam penyajiannya.
Ipuk mengapresiasi InJourney yang mendukung penyelenggaraan Gandrung Sewu tahun ini, serta kepada para penari, pelatih, seniman, budayawan, dan semua pihak yang terlibat.