NADIKABAR.COM — 5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, menerima Utusan Khusus dan Penasihat Presiden Palestina, Mahmoud Sudqi Al-Habbash dan Imam Besar Masjid Al-Aqsa, Syekh Muhammad Hussein. Megawati menegaskan komitmennya terhadap perjuangan Palestina.

Pertemuan berlangsung di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). Megawati didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah, Azwar Anas, Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid, serta Sekretaris Jenderal Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Helmi Hidayat. Turut hadir juga Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari.

Dalam awal perbincangannya, Megawati mengenang pesan Presiden pertama RI, Soekarno, mengenai perjuangan bangsa Palestina. Bung Karno, kata Megawati, telah menanamkan tentang pentingnya memberikan perhatian terhadap kemerdekaan Palestina.

"Saya yang disebut Presiden kelima Republik Indonesia, terus mendukung perjuangan dari negara Palestina sampai ada haknya untuk merdeka," kata Megawati dalam keterangannya.

Dalam pertemuan itu, Mahmoud Sudqi Al-Habbash menjelaskan situasi terkini Palestina, termasuk kondisi Masjid Al-Aqsa. Merespons itu, Megawati merasa penderitaan yang dialami rakyat Palestina bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan.

Megawati mengingatkan semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung yang menjadi salah satu fondasi penting bagi perjuangan setiap bangsa melawan kolonialisme serta mendukung kemerdekaan bangsa yang masih terjajah. Megawati menegaskan komitmennya terhadap perjuangan Palestina.

"Dan tentunya apa yang tadi diceritakan dari segala penderitaan rakyat Palestina, baik di Tepi Barat maupun Gaza, itu menurut saya adalah sebuah kebiadaban," ucap Megawati.

Sementara itu, Mahmoud Sudqi Al-Habbash menjelaskan kondisi sulit umat Islam untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa. Bahkan, dirinya menjelaskan Syekh Muhammad Hussein sebagai Imam Besar Masjid Al-Aqsa telah berbulan-bulan tidak dapat menunaikan salat di masjid tersebut.

"Beliau Imam Besar Al-Aqsa tapi tidak bisa sholat di Masjid Al-Aqsa," kata Mahmoud.

"Walaupun begitu, bangsa Palestina dan militer Palestina masih berjuang, masih terus berjuang untuk mereka menjaga Palestina sampai Palestina merdeka, insyaallah," tambahnya.

Di akhir pertemuan, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Syekh Muhammad Hussein menyampaikan doa khusus untuk Indonesia, Bung Karno, Megawati, serta rakyat Palestina. Kedua tamu itu juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya adik bungsu Megawati, Guruh Soekarnoputra, beberapa hari yang lalu.