Idam menduga ada permainan oleh pihak leasing atau showroom yang mengurus kendaraan tersebut. Dia mengatakan hal itu membuat Yuda terdaftar sebagai pemilik McLaren.

"Ini kenapa datanya bisa bocor, ya? Berarti kan ini kan ada permainan leasing atau showroom gitu," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan data Samsat, mobil mewah itu tercatat menunggak pajak selama 2 tahun dengan total Rp 137.441.000. Idam curiga karena alamat pemilik kendaraan berada di sebuah kampung, bukan di permukiman mewah.

Petugas bertemu dengan Yuda untuk mengonfirmasi kepemilikan mobil mewah tersebut pada Jumat (23/10). Idam menyebut Yuda juga kaget saat mengetahui ada tunggakan pajak mobil mewah atas namanya.