"Tantangannya adalah bagaimana menjadikan data kuantitatif dari buku ini dapat diubah menjadi kualitatif. Karena buku yang sangat menarik aspek visualnya ini dapat menjadi sumber mentah yang dapat dikelola lebih jauh," katanya.

Buku yang mahal ini diharapkan bisa mudah diakses oleh publik agar lebih bisa bermanfaat.

"Kita bisa melihat dalam buku ini, bagaimana seniman muda tumbuh. Bagaimana seniman menghilang. Serta munculnya gelombang seniman muda di Indonesia," ucap doktor seni rupa dari Institut Teknologi Bandung itu.