Jenderal Suyudi Ario Seto saat itu mengatakan program Poliran adalah commander wish sebagai kepedulian mengatasi permasalahan sosial. Angka pengangguran tinggi, katanya, bisa memicu kriminalitas dan permasalahan sosial.
"Poliran hadir sebagai solusi konkret meningkatkan kompetensi di wilayah Banten," kata Suyudi.
Program ini menyediakan Balai Pelatihan yang akan mempersiapkan para tenaga kerja produktif. Para tenaga kerja akan disalurkan ke perusahaan yang telah meneken MoU. Pelatihannya pun beragam. Mulai pendidikan kewirausahaan, pelatihan pengolahan limbah, peternakan ikan dan ayam, merawat tanaman hidroponik, hingga pembuatan pupuk.
Balai Poliran ini berfokus pada tiga sektor utama, yakni Sektor Industri - Melatih keterampilan khusus dan soft skill bagi tenaga kerja dan Sektor Ketahanan Pangan - Memberikan pelatihan pertanian, peternakan, dan perikanan, serta Sektor Lingkungan Hidup - Mendidik peserta tentang pengolahan sampah dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Kapolri sebelumnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan salah satu output program Poliran yang digagas Polda Banten membudidayakan sampah organik seperti sisa sayuran dan buah, daun kering, hingga limbah dapur agar menghasilkan eco-enzyme maupun pupuk kompos.