Jimmy Butler dan Draymond Green menjadi kepingan penting

Butler menawarkan sesuatu yang berbeda dari Curry. Ia mampu menciptakan peluang melalui penetrasi, memancing pelanggaran, dan mengambil keputusan dalam situasi krusial. Karakter permainannya bisa menjadi pelengkap ideal bagi Curry yang lebih banyak menciptakan ancaman dari perimeter.

Kehadiran Butler juga memberi Warriors opsi untuk tidak selalu bergantung pada tembakan jarak jauh. Dalam pertandingan ketika akurasi tembakan tiga angka menurun, kemampuan Butler menyerang area dalam bisa menjadi pembeda.

Sementara itu, Draymond Green tetap memiliki peran penting dalam mengatur pertahanan dan membantu aliran bola. Pengalamannya memahami sistem Kerr membuatnya menjadi penghubung antara pemain-pemain utama dan rotasi pendukung.

Namun, ketiganya harus mampu menjaga konsistensi. Warriors membutuhkan Curry sebagai penghasil angka, Butler sebagai alternatif serangan, dan Green sebagai pengatur pertahanan serta distribusi bola. Jika salah satu komponen tidak berjalan optimal, beban tim akan kembali bertumpu pada pemain yang tersisa.

Masalah lain muncul dari kondisi Kristaps Porzingis. Pada 15 Oktober 2026, Warriors mengumumkan bahwa pemain tersebut harus menepi tanpa batas waktu yang ditentukan karena masalah kesehatan. Porzingis sebelumnya melewatkan pramusim dan belum memiliki jadwal pasti untuk kembali bermain.

Kondisi itu menjadi pukulan bagi rencana Warriors. Porzingis berpotensi memberikan dimensi serangan tambahan melalui tembakan dari luar, kemampuan bermain di area dekat ring, serta ukuran tubuh yang dibutuhkan untuk menghadapi pemain besar lawan. Tanpa kepastian kapan ia kembali, Warriors harus menyiapkan alternatif dalam rotasi mereka.

Yaxel Lendeborg bisa menjadi pembeda

Di tengah kebutuhan untuk memaksimalkan para veteran, Warriors juga memerlukan energi dari pemain yang lebih muda. Salah satu nama yang patut diperhatikan adalah Yaxel Lendeborg, pilihan ke-11 NBA Draft 2026.

Lendeborg datang dengan modal menarik setelah meraih penghargaan NBA Summer League MVP dan membantu Warriors menjuarai turnamen musim panas tersebut. Penampilan itu memberinya kesempatan untuk membangun peran lebih besar di tim utama.

Tentu saja, performa di Summer League tidak otomatis menjamin keberhasilan di musim reguler. Level pertahanan, intensitas pertandingan, dan kualitas lawan akan meningkat. Ia tetap harus membuktikan bahwa kontribusinya bisa dipertahankan ketika menghadapi pemain-pemain terbaik NBA.

Selain Lendeborg, Brandin Podziemski juga layak mendapat perhatian. Ia menunjukkan perkembangan dalam kontribusi ofensif pada musim sebelumnya, dengan rata-rata 13,8 poin per pertandingan menurut pratinjau resmi NBA.

Podziemski dapat membantu Warriors menjaga produktivitas ketika Curry tidak berada di lapangan. Jika ia mampu berkembang sebagai pencipta peluang sekaligus penembak yang konsisten, Warriors akan memiliki lebih banyak pilihan untuk membangun serangan.

Kombinasi pemain muda dan veteran menjadi salah satu kunci. Warriors tidak harus sepenuhnya meninggalkan identitas lama, tetapi mereka perlu memastikan bahwa generasi berikutnya mampu mengambil bagian lebih besar dalam tanggung jawab tim.

Sistem baru Steve Kerr masih membutuhkan waktu

Warriors juga sedang menghadapi tantangan dari sisi taktik. Steve Kerr mencoba menerapkan sistem serangan lima pemain di perimeter atau five-out offense, yang bertujuan memperluas ruang gerak dan memberikan lebih banyak pilihan bagi pemain ketika menyerang.