Secara teori, sistem tersebut cocok untuk tim yang memiliki penembak seperti Curry. Ruang yang lebih terbuka dapat membantu pemain melakukan penetrasi, mengalirkan bola, dan menemukan kesempatan tembakan tanpa harus berhadapan dengan terlalu banyak pemain bertahan di area dalam.

Akan tetapi, implementasinya belum berjalan mulus pada pramusim. Kerr mengakui bahwa timnya masih jauh dari standar yang diinginkan, terutama dalam pengambilan keputusan dan pengendalian turnover.

Persoalan tersebut perlu segera diperbaiki. Kehilangan bola secara berulang bukan hanya menghilangkan kesempatan mencetak angka, tetapi juga membuka peluang serangan balik bagi lawan. Dalam pertandingan ketat, kesalahan sederhana seperti itu dapat menentukan hasil akhir.

Kerr harus menemukan keseimbangan antara mempertahankan ciri khas Warriors yang mengandalkan pergerakan bola dan memperkenalkan pendekatan baru yang lebih sesuai dengan komposisi pemain saat ini.

Jika sistem tersebut mulai berjalan, Warriors bisa menjadi tim yang lebih fleksibel. Namun, jika masalah turnover terus berlanjut, perubahan taktik justru berpotensi menghambat permainan mereka.

Persaingan Wilayah Barat semakin menantang

Untuk kembali ke playoff, Warriors harus menghadapi persaingan Wilayah Barat yang tidak mudah. Oklahoma City Thunder masih menjadi salah satu tolok ukur setelah menjadi juara bertahan konferensi, sementara San Antonio Spurs memiliki momentum dari perjalanan mereka ke final NBA 2026.

Denver Nuggets juga tetap menjadi lawan yang berbahaya dengan Nikola Jokic sebagai pusat permainan. Los Angeles Lakers, Minnesota Timberwolves, dan sejumlah tim lain turut memiliki alasan untuk membidik posisi yang lebih baik.

Artinya, Warriors tidak bisa menganggap peningkatan rekor kemenangan sebagai sesuatu yang mudah dicapai. Mereka harus berhadapan dengan tim-tim yang memiliki kombinasi pemain bintang, kedalaman skuad, dan sistem permainan yang semakin matang.

Di Wilayah Timur, New York Knicks memasuki musim baru sebagai juara NBA 2026. Philadelphia 76ers juga menjadi salah satu tim yang patut diperhatikan setelah melakukan perubahan besar dalam komposisi pemain. Pergerakan antartim tersebut menunjukkan bahwa peta persaingan NBA dapat berubah cukup cepat dari satu musim ke musim berikutnya.

Bagi Warriors, sasaran realistis pada tahap awal adalah kembali mengamankan tempat di postseason dan menghindari ketergantungan pada turnamen play-in. Finis di posisi enam besar Wilayah Barat akan memberi mereka jalur yang lebih langsung menuju playoff, meskipun target itu tentu bergantung pada kesehatan pemain dan konsistensi sepanjang musim.

Warriors masih memiliki modal untuk mengejutkan lawan. Curry tetap menjadi ancaman ofensif, Butler bisa memberi alternatif serangan, Green memahami sistem pertahanan tim, dan para pemain muda memiliki peluang berkembang. Kerr juga masih memiliki pengalaman untuk menyesuaikan strategi menghadapi perubahan komposisi skuad.

Namun, potensi tersebut belum tentu langsung menghasilkan persaingan menuju gelar juara. Rekor 37-45 pada musim lalu, ketidakpastian kondisi Porzingis, serta persoalan eksekusi serangan pada pramusim menjadi pengingat bahwa Warriors masih memiliki banyak pekerjaan.

Jika Curry dan Butler mampu menjaga kebugaran, Podziemski serta Lendeborg berkembang, dan sistem baru Kerr mulai menunjukkan hasil, Warriors berpeluang kembali menjadi tim yang merepotkan lawan di Wilayah Barat.

Sebaliknya, jika masalah cedera dan turnover terus menghantui, perjalanan mereka bisa kembali berakhir di sekitar zona play-in.

Musim 2026/2027 akan menjadi ujian penting bagi Warriors. Bukan hanya untuk mengetahui seberapa jauh mereka bisa melangkah, melainkan juga untuk membuktikan apakah kombinasi pemain veteran dan generasi baru masih cukup kuat untuk membawa Golden State kembali ke panggung playoff NBA.