NADIKABAR.COM — Golden State Warriors akan memasuki NBA 2026/2027 dengan satu pekerjaan besar, yaitu membuktikan bahwa peluang juara mereka belum benar-benar habis. Stephen Curry masih menjadi pusat permainan, Jimmy Butler diharapkan kembali memberikan dampak besar, dan Steve Kerr tetap dipercaya untuk memimpin tim. Namun, nama-nama besar saja tidak cukup untuk mengembalikan Warriors ke persaingan papan atas Wilayah Barat.
Musim baru NBA dimulai pada 20 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat. Untuk penggemar di Indonesia, pertandingan pembuka berlangsung pada Rabu pagi, 21 Oktober, dengan Boston Celtics menghadapi Detroit Pistons pukul 02.00 WIB, Philadelphia 76ers melawan New York Knicks pukul 06.00 WIB, dan Oklahoma City Thunder bertemu San Antonio Spurs pukul 08.30 WIB.
Sementara itu, Warriors baru memainkan pertandingan reguler pertamanya pada Rabu, 21 Oktober pukul 22.00 waktu Eastern Time atau Kamis, 22 Oktober pukul 09.00 WIB. Mereka akan bertandang ke markas Los Angeles Lakers dalam pertandingan yang langsung mempertemukan dua tim dengan sorotan besar di Wilayah Barat.
Jadwal tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang Warriors untuk memperbaiki hasil musim sebelumnya. Tantangannya bukan sekadar mengumpulkan kemenangan, tetapi menemukan konsistensi di tengah persaingan liga yang semakin ketat.
Belajar dari musim lalu yang mengecewakan
Warriors menutup musim reguler 2025/2026 dengan rekor 37 kemenangan dan 45 kekalahan. Mereka finis di peringkat ke-10 Wilayah Barat sebelum gagal melanjutkan perjalanan melalui turnamen play-in.
Hasil tersebut menjadi penurunan yang cukup terasa jika dibandingkan dengan musim 2024/2025, ketika Warriors mencatat 48 kemenangan dan 34 kekalahan. Saat itu, mereka finis di peringkat ketiga Wilayah Barat dan mampu melaju hingga semifinal konferensi.
Penurunan tersebut tidak bisa dilepaskan dari persoalan ketersediaan pemain. Curry dan Butler sama-sama melewatkan banyak pertandingan pada musim lalu. Padahal, keduanya menjadi dua pemain penting yang diandalkan untuk menciptakan peluang mencetak angka sekaligus menjaga Warriors tetap kompetitif.
Situasi itu memperlihatkan betapa tipisnya margin kesalahan Warriors. Ketika pemain andalan tidak tersedia, tim harus mengandalkan kontribusi pemain lain untuk mempertahankan kualitas permainan. Dalam persaingan Wilayah Barat, kehilangan momentum selama beberapa pekan saja bisa membuat posisi klasemen berubah drastis.
Karena itu, kesehatan pemain menjadi salah satu faktor paling menentukan untuk musim 2026/2027. Jika Curry bisa tampil lebih konsisten dan Butler kembali memberikan kontribusi setelah menjalani pemulihan cedera lutut, Warriors berpeluang memperbaiki hasil mereka.
Namun, harapan tersebut tetap perlu disertai kehati-hatian. Warriors tidak bisa hanya mengandalkan asumsi bahwa musim baru otomatis akan berjalan lebih baik.
Stephen Curry masih jadi pusat permainan
Pada usia 38 tahun, Curry tetap menjadi alasan utama Warriors memiliki peluang untuk bersaing. Kemampuannya menembak dari jarak jauh memaksa pertahanan lawan memberikan perhatian ekstra, bahkan ketika ia belum menguasai bola.
Ancaman tersebut membuka ruang bagi pemain lain. Lawan yang terlalu fokus menjaga Curry berisiko memberikan kesempatan kepada Butler untuk menyerang area pertahanan, atau membiarkan rekan setimnya mendapatkan tembakan yang lebih terbuka.
Peran Curry juga semakin penting ketika Warriors membutuhkan pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam waktu singkat. Satu rangkaian tembakan tiga angka bisa menghidupkan kembali momentum tim yang sedang tertinggal.
Meski demikian, Warriors perlu mengatur beban bermain Curry secara cermat. Mereka membutuhkan kontribusinya dalam kondisi terbaik, terutama saat memasuki fase akhir musim reguler dan pertandingan penentuan menuju playoff.
Mengurangi ketergantungan pada Curry juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Ketika tembakannya tidak masuk atau ia harus beristirahat, Warriors memerlukan sumber serangan lain yang bisa diandalkan.
Jimmy Butler dan Draymond Green menjadi kepingan penting
Butler menawarkan sesuatu yang berbeda dari Curry. Ia mampu menciptakan peluang melalui penetrasi, memancing pelanggaran, dan mengambil keputusan dalam situasi krusial. Karakter permainannya bisa menjadi pelengkap ideal bagi Curry yang lebih banyak menciptakan ancaman dari perimeter.
Kehadiran Butler juga memberi Warriors opsi untuk tidak selalu bergantung pada tembakan jarak jauh. Dalam pertandingan ketika akurasi tembakan tiga angka menurun, kemampuan Butler menyerang area dalam bisa menjadi pembeda.
Sementara itu, Draymond Green tetap memiliki peran penting dalam mengatur pertahanan dan membantu aliran bola. Pengalamannya memahami sistem Kerr membuatnya menjadi penghubung antara pemain-pemain utama dan rotasi pendukung.
Namun, ketiganya harus mampu menjaga konsistensi. Warriors membutuhkan Curry sebagai penghasil angka, Butler sebagai alternatif serangan, dan Green sebagai pengatur pertahanan serta distribusi bola. Jika salah satu komponen tidak berjalan optimal, beban tim akan kembali bertumpu pada pemain yang tersisa.
Masalah lain muncul dari kondisi Kristaps Porzingis. Pada 15 Oktober 2026, Warriors mengumumkan bahwa pemain tersebut harus menepi tanpa batas waktu yang ditentukan karena masalah kesehatan. Porzingis sebelumnya melewatkan pramusim dan belum memiliki jadwal pasti untuk kembali bermain.
Kondisi itu menjadi pukulan bagi rencana Warriors. Porzingis berpotensi memberikan dimensi serangan tambahan melalui tembakan dari luar, kemampuan bermain di area dekat ring, serta ukuran tubuh yang dibutuhkan untuk menghadapi pemain besar lawan. Tanpa kepastian kapan ia kembali, Warriors harus menyiapkan alternatif dalam rotasi mereka.
Yaxel Lendeborg bisa menjadi pembeda
Di tengah kebutuhan untuk memaksimalkan para veteran, Warriors juga memerlukan energi dari pemain yang lebih muda. Salah satu nama yang patut diperhatikan adalah Yaxel Lendeborg, pilihan ke-11 NBA Draft 2026.
Lendeborg datang dengan modal menarik setelah meraih penghargaan NBA Summer League MVP dan membantu Warriors menjuarai turnamen musim panas tersebut. Penampilan itu memberinya kesempatan untuk membangun peran lebih besar di tim utama.
Tentu saja, performa di Summer League tidak otomatis menjamin keberhasilan di musim reguler. Level pertahanan, intensitas pertandingan, dan kualitas lawan akan meningkat. Ia tetap harus membuktikan bahwa kontribusinya bisa dipertahankan ketika menghadapi pemain-pemain terbaik NBA.
Selain Lendeborg, Brandin Podziemski juga layak mendapat perhatian. Ia menunjukkan perkembangan dalam kontribusi ofensif pada musim sebelumnya, dengan rata-rata 13,8 poin per pertandingan menurut pratinjau resmi NBA.
Podziemski dapat membantu Warriors menjaga produktivitas ketika Curry tidak berada di lapangan. Jika ia mampu berkembang sebagai pencipta peluang sekaligus penembak yang konsisten, Warriors akan memiliki lebih banyak pilihan untuk membangun serangan.
Kombinasi pemain muda dan veteran menjadi salah satu kunci. Warriors tidak harus sepenuhnya meninggalkan identitas lama, tetapi mereka perlu memastikan bahwa generasi berikutnya mampu mengambil bagian lebih besar dalam tanggung jawab tim.
Sistem baru Steve Kerr masih membutuhkan waktu
Warriors juga sedang menghadapi tantangan dari sisi taktik. Steve Kerr mencoba menerapkan sistem serangan lima pemain di perimeter atau five-out offense, yang bertujuan memperluas ruang gerak dan memberikan lebih banyak pilihan bagi pemain ketika menyerang.
Secara teori, sistem tersebut cocok untuk tim yang memiliki penembak seperti Curry. Ruang yang lebih terbuka dapat membantu pemain melakukan penetrasi, mengalirkan bola, dan menemukan kesempatan tembakan tanpa harus berhadapan dengan terlalu banyak pemain bertahan di area dalam.
Akan tetapi, implementasinya belum berjalan mulus pada pramusim. Kerr mengakui bahwa timnya masih jauh dari standar yang diinginkan, terutama dalam pengambilan keputusan dan pengendalian turnover.
Persoalan tersebut perlu segera diperbaiki. Kehilangan bola secara berulang bukan hanya menghilangkan kesempatan mencetak angka, tetapi juga membuka peluang serangan balik bagi lawan. Dalam pertandingan ketat, kesalahan sederhana seperti itu dapat menentukan hasil akhir.
Kerr harus menemukan keseimbangan antara mempertahankan ciri khas Warriors yang mengandalkan pergerakan bola dan memperkenalkan pendekatan baru yang lebih sesuai dengan komposisi pemain saat ini.
Jika sistem tersebut mulai berjalan, Warriors bisa menjadi tim yang lebih fleksibel. Namun, jika masalah turnover terus berlanjut, perubahan taktik justru berpotensi menghambat permainan mereka.
Persaingan Wilayah Barat semakin menantang
Untuk kembali ke playoff, Warriors harus menghadapi persaingan Wilayah Barat yang tidak mudah. Oklahoma City Thunder masih menjadi salah satu tolok ukur setelah menjadi juara bertahan konferensi, sementara San Antonio Spurs memiliki momentum dari perjalanan mereka ke final NBA 2026.
Denver Nuggets juga tetap menjadi lawan yang berbahaya dengan Nikola Jokic sebagai pusat permainan. Los Angeles Lakers, Minnesota Timberwolves, dan sejumlah tim lain turut memiliki alasan untuk membidik posisi yang lebih baik.
Artinya, Warriors tidak bisa menganggap peningkatan rekor kemenangan sebagai sesuatu yang mudah dicapai. Mereka harus berhadapan dengan tim-tim yang memiliki kombinasi pemain bintang, kedalaman skuad, dan sistem permainan yang semakin matang.
Di Wilayah Timur, New York Knicks memasuki musim baru sebagai juara NBA 2026. Philadelphia 76ers juga menjadi salah satu tim yang patut diperhatikan setelah melakukan perubahan besar dalam komposisi pemain. Pergerakan antartim tersebut menunjukkan bahwa peta persaingan NBA dapat berubah cukup cepat dari satu musim ke musim berikutnya.
Bagi Warriors, sasaran realistis pada tahap awal adalah kembali mengamankan tempat di postseason dan menghindari ketergantungan pada turnamen play-in. Finis di posisi enam besar Wilayah Barat akan memberi mereka jalur yang lebih langsung menuju playoff, meskipun target itu tentu bergantung pada kesehatan pemain dan konsistensi sepanjang musim.
Warriors masih memiliki modal untuk mengejutkan lawan. Curry tetap menjadi ancaman ofensif, Butler bisa memberi alternatif serangan, Green memahami sistem pertahanan tim, dan para pemain muda memiliki peluang berkembang. Kerr juga masih memiliki pengalaman untuk menyesuaikan strategi menghadapi perubahan komposisi skuad.
Namun, potensi tersebut belum tentu langsung menghasilkan persaingan menuju gelar juara. Rekor 37-45 pada musim lalu, ketidakpastian kondisi Porzingis, serta persoalan eksekusi serangan pada pramusim menjadi pengingat bahwa Warriors masih memiliki banyak pekerjaan.
Jika Curry dan Butler mampu menjaga kebugaran, Podziemski serta Lendeborg berkembang, dan sistem baru Kerr mulai menunjukkan hasil, Warriors berpeluang kembali menjadi tim yang merepotkan lawan di Wilayah Barat.
Sebaliknya, jika masalah cedera dan turnover terus menghantui, perjalanan mereka bisa kembali berakhir di sekitar zona play-in.
Musim 2026/2027 akan menjadi ujian penting bagi Warriors. Bukan hanya untuk mengetahui seberapa jauh mereka bisa melangkah, melainkan juga untuk membuktikan apakah kombinasi pemain veteran dan generasi baru masih cukup kuat untuk membawa Golden State kembali ke panggung playoff NBA.