NADIKABAR.COM — Memadukan wewangian yang dikeluarkan oleh sebuah parfum dengan busana yang dikenakan dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri serta menonjolkan niat dari pemakainya.

"Menyemprotkan parfum itu seperti ritual yang mudah, membuat kita merasa spesial dan bisa dilakukan kapan saja. Jadi menyemprot parfum itu bukan hanya di kesempatan penting, tapi dapat dilakukan setiap hari," kata Marketing Manager Personal Care Category WINGS Group Indonesia Mita Ardiani dalam konferensi pers Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 di Jakarta, Kamis.

Mita menyampaikan setiap pengguna, khususnya perempuan, memiliki karakter dan keunikan yang membuatnya menjadi istimewa. Biasanya, parfum menjadi salah satu barang yang dikenakan untuk mengekspresikan diri dan tampil lebih percaya diri.

Dia mencontohkan parfum yang memiliki perpaduan wangi bunga dan bunga dapat memberikan kesan feminin dan memikat. Sedangkan untuk wewangian seperti woody ambery yang dipadukan dengan musk, orange blossom menghadirkan pembawaan yang lembut dan berkelas.

Berbeda halnya bila orange blossom dan mandarin yang dipadukan dengan orange flower hingga vanila. Ini akan memberikan kesan penggunanya sebagai pribadi yang hangat dan glamor.

Desainer Ingrid Husodo menambahkan perpaduan antara wewangian dan gaya berbusana merupakan salah satu cara agar penggunanya dapat menjadi pusat perhatian dengan caranya sendiri.

Dalam memadukannya dengan berbusana, Ingrid menilai tiap individu dapat memilih wewangian sesuai dengan kebutuhan atau pengalaman berarti yang sulit untuk dilupakan.

Sedangkan Desainer dari Studio Vian Vivian Marzuki menilai penggunaan parfum dapat disesuaikan dengan tema dari gaya busana yang akan dikenakan.

Misalnya, ketika mengenakan pakaian dengan aksen sedikit berkilau dan ingin memberikan kesan elegan, maka wewangian yang dapat dipilih adalah ambery.