NADIKABAR.COM — Ukraina melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Moskow, ibu kota Rusia, yang melibatkan sedikitnya 650 drone dalam semalam. Otoritas Moskow melaporkan sedikitnya dua orang tewas akibat rentetan serangan drone Kyiv tersebut.

Laporan kantor berita TASS, seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (6/10/2026), menyebutkan bahwa gempuran tersebut merupakan serangan drone terbesar kedua yang menargetkan ibu kota Rusia dan wilayah sekitarnya dalam dua tahun terakhir.

Baik Rusia maupun Ukraina, dalam beberapa bulan terakhir, telah meningkatkan serangan jarak jauh terhadap target-target sipil dan industri, termasuk infrastruktur energi, transportasi, dan pelabuhan, serta kapal-kapal di Laut Hitam.

Otoritas Rusia melaporkan bahwa sedikitnya 650 drone Ukraina terdeteksi diluncurkan ke arah Moskow dalam semalam. Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, menyebut sebagian besar drone Kyiv itu berhasil ditembak jatuh.

Sedangkan Gubernur regional Moskow, Andre Vorobyov, melaporkan bahwa sebanyak 185 drone Ukraina di antaranya telah dihancurkan atau ditembak jatuh di wilayah Moskow. Dia menyebut bahwa serangan drone itu sempat memicu kebakaran pada sebuah gudang di area Moskow.

Dalam pernyataannya, Vorobyov juga melaporkan bahwa sedikitnya dua orang tewas akibat serangan drone Ukraina tersebut. Disebutkan bahwa satu orang tewas di area Radumlya dan satu orang lainnya tewas di Barybino.

Vorobyov menambahkan bahwa enam orang lainnya mengalami luka-luka di area Moskow. Menurut Vorobyov, serangan drone itu memicu kerusakan pada sejumlah rumah di wilayahnya.

Sementara itu, di wilayah Litvinovo, sebuah drone menghantam atap gudang milik sebuah toko retail dan memicu kebakaran.

Rentetan serangan drone Kyiv ini terjadi setelah Rusia menyatakan rencananya untuk meningkatkan serangan terhadap target-target infrastruktur, termasuk di Kyiv, menjelang datangnya musim dingin.