NADIKABAR.COM — Dibandingkan dengan prestasi di Hangzhou 2022 yang membawa pulang tujuh emas, Indonesia melangkah ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan target yang jauh lebih bersahaja, "hanya" empat medali emas.
Untuk mengejarnya, Merah Putih mengirim 430 atlet yang akan bertanding dalam 35 cabang olahraga. Jumlah tersebut sedikit menyusut dari 432 nama yang sebelumnya didaftarkan melalui tahap entry by name. Dua nama berkurang setelah proses Delegation Registration Meeting menjelang keberangkatan kontingen ke Jepang.
Target kali ini memang lebih rendah dibandingkan capaian Indonesia pada Asian Games Hangzhou 2022 karena situasinya yang berbeda. Tiga emas di Hangzhou saat itu diraih dari nomor yang tidak lagi dipertandingkan, yaitu dua nomor running target cabang menembak dan nomor 1.000 meter putra cabang perahu naga
Oleh karena itu, Indonesia harus mencari sumber medali lain.
Pemerintah sejak awal menempatkan panjat tebing, angkat besi, dan bulu tangkis sebagai tumpuan utama. Namun, menjelang pembukaan Asian Games pada 19 September, peta peluang Indonesia sebenarnya jauh lebih luas.
Panjat tebing tetap layak menjadi cabang olahraga andalan di barisan terdepan.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memboyong sembilan atlet dengan target dua emas dari nomor speed dan lead.
Pada nomor speed, Indonesia mengandalkan Veddriq Leonardo dan Aditya Tri Syahria di sektor putra, serta Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Berthdigna Devi di sektor putri.
Veddriq datang dengan status peraih emas Olimpiade Paris 2024, sedangkan Desak termasuk dalam jajaran pemanjat speed putri terbaik dunia.