NADIKABAR.COM — Rampungnya perundingan Perjanjian Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA) pada akhir Mei 2026 membawa integrasi pasar digital ASEAN menuju tahap baru. DEFA bakal ditandatangani pada November dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-49 di Manila, Filipina.

Perluasan pasar tersebut membuka ruang ekonomi yang semakin besar, tetapi sekaligus menuntut kesiapan talenta yang dapat bergerak mengikuti integrasi kawasan. ASEAN menyebut berbagai studi memperkirakan potensi ekonomi digital kawasan dapat mencapai hingga 2 triliun dolar AS pada 2030 dengan keberhasilan implementasi DEFA.

Besarnya ruang ekonomi tersebut akan meningkatkan kebutuhan terhadap talenta yang mampu bekerja dalam ekosistem digital lintas negara. Namun, perluasan pasar tidak otomatis membuat kompetensi tenaga kerja dari satu negara mudah dipahami dan dipercaya oleh pemberi kerja di negara lain.