NADIKABAR.COM — Berbekal pengalaman lebih dari 60 tahun dalam mendukung program pemberian makanan di sekolah, Tetra Pak bekerja sama dengan pelanggan dan mitra untuk menerapkan teknologi pengolahan dan pengemasan pangan yang mendukung penyaluran susu secara aman dan andal melalui program pemberian makanan di sekolah.
Jakarta, Indonesia, (ANTARA/PRNewswire)- Akses terhadap pangan yang aman dan bergizi merupakan hal penting di berbagai kondisi distribusi. Dengan pengalaman lebih dari 60 tahun dalam mendukung program pemberian makanan dan gizi di sekolah, bertepatan dengan World School Milk Day tahun ini, Tetra Pak membagikan bagaimana teknologi Ultra-High Temperature (UHT), kemasan aseptik, serta praktik keamanan pangan dapat membantu memperluas akses terhadap susu yang aman.
Tetra Pak telah mendukung program pemberian makanan di sekolah sejak 1962, dimulai di Meksiko, ketika keahlian Tetra Pak dalam teknologi UHT membantu memungkinkan penyediaan susu yang aman tanpa memerlukan pendinginan. Sejak saat itu, Tetra Pak terus bekerja sama dengan pelanggan serta berkolaborasi dengan pemerintah, organisasi non-pemerintah (NGO), dan badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mendukung program pemberian makanan di sekolah di berbagai negara. Kolaborasi ini mencakup dukungan terhadap implementasi dan evaluasi program, serta pemberian saran terkait keamanan pangan dan pengendalian mutu di sekolah.
Pengalaman ini terus berkembang. Pada tahun 2025, sebanyak 68 juta anak di 52 negara menerima susu atau minuman bergizi lainnya dalam kemasan Tetra Pak selama tahun ajaran berlangsung.[1] Skala tersebut mencerminkan pengalaman praktis Tetra Pak dalam mendukung berbagai pemangku kepentingan terkait aspek keamanan pangan, pengendalian mutu, pengemasan, serta distribusi yang perlu diperhatikan dalam menyediakan susu bagi anak-anak di berbagai kondisi.