NADIKABAR.COM — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membeberkan besarnya potensi dana sosial keagamaan di Indonesia yang selama ini belum tergarap optimal. Jika dihimpun secara terintegrasi, total dana dari sektor fidyah, kurban, hingga denda haji ditaksir mampu menembus angka fantastis, yakni sedikitnya Rp 1.000 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin dalam Simposium Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) yang digelar di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).

"Setiap tahun kita bisa mengumpulkan kurang lebih Rp 3 triliun (dari fidyah), tapi selama ini kita nggak pernah pungut," ungkap Nasaruddin, dihimpun dari keterangan resmi.

Nasaruddin merinci, angka Rp 3 triliun dari fidyah tersebut dihitung berdasarkan asumsi sekitar 10 persen umat Islam Indonesia tidak berpuasa Ramadan karena faktor lansia (uzur) maupun sakit. Jika rata-rata fidyah ditetapkan Rp 50 ribu per hari selama 30 hari, potensi yang terkumpul sangat besar.