NADIKABAR.COM — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan pendidikan pesantren tidak hanya mengembangkan kemampuan akal anak, tetapi juga membentuk kebersihan hati dan kedalaman batin yang menjadikannya kekuatan serta perlu dikembangkan secara komprehensif.
“Ilmu Allah tidak cukup (diraih) dengan belajar dan menghafal. Kalau (mau mendapatkan) ilmu Allah, hati harus bersih,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan dia saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Amin, Kediri, yang diasuh oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar.
Ia mengatakan pesantren menjadi ruang pendidikan yang memungkinkan para santri mengembangkan kedua aspek intelektual dan kebersihan hati secara seimbang.
Menurutnya, proses menuntut ilmu tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan intelektual. Kebersihan hati menjadi bagian penting agar ilmu dapat diterima dan dipahami secara lebih mendalam.