Nasaruddin juga memuji Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang bertindak sebagai ketua panitia.
"Pak Wagub sebagai ketua panitia luar biasa dalam mempersiapkan MTQ ini," ungkapnya.
Nasaruddin mengayakan MTQ Nasional kembali digelar di Jawa Tengah setelah hampir 47 tahun tepatnya pada 1979 silam. Nasaruddin menjelaskan pada MTQ kali ini ada perubahan yaitu Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) dihapus, dan digabung menjadi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) demi efisiensi penyelenggaraan.
Ia menilai MTQ merupakan pesta rakyat yang tumbuh dari tingkat paling bawah. Tradisi tersebut berlangsung mulai antardesa, antarkecamatan, antarkabupaten, hingga antarprovinsi.
Menurut Nasaruddin, tradisi MTQ menjadi salah satu kekhasan Indonesia yang istimewa. Ia berharap MTQ Semarang mampu menjadi momentum mempererat persatuan masyarakat Indonesia.
Sementara itu, Taj Yasin memastikan seluruh rangkaian persiapan MTQ berjalan sesuai rencana. Kafilah dari berbagai provinsi juga telah tiba di Jawa Tengah.