Dia juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto yang tidak dapat menghadiri acara pembukaan besok Sabtu (12/9). Sebab, Presiden memiliki agenda yang kudu dihadiri.

"Sayang sekali karena kita sebetulnya dan termasuk presiden juga itu sangat memberikan apresiasi MTQ di Semarang ini. Maka beliau menyampaikan salam kepada kita semuanya. Secara fisik dia tidak bisa bersama dengan kita, tapi insyaallah nanti kita ada caranya nanti gimana supaya kualitas MTQ kali ini betul-betul sangat semarak," tuturnya.

Menurutnya, MTQ bukan hanya sekadar event tahunan, tetapi juga menjadi simbol keberagaman masyarakat Indonesia. Dia mengatakan, MTQ Nasional sudah 47 tahun berlangsung.

"Kiblat MTQ di Internasional ini adalah Indonesia. Salah satu kebanggaan kita di luar negeri sebagai negara yang mayoritas muslim ini adalah MTQ," terangnya.

"Dan yang paling menarik lagi, Bapak Ibu sekalian, mereka itu berkerut keningnya kalau saya ceritakan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran itu dimeriahkan bukan hanya untuk umat Islam. Tapi juga ini pesta rakyat untuk dirayakan semua agama," lanjutnya.