Pengalaman tersebut dilengkapi dengan pembelajaran dari Kampanye Aksi Generasi Iklim (AGI) yang mendorong partisipasi anak dan generasi muda dalam menghadapi perubahan iklim.

Selain itu, melalui program Humanitarian, Save the Children Indonesia juga mendukung penguatan ketangguhan anak dan satuan pendidikan dalam menghadapi bencana, perubahan iklim, dan berbagai situasi krisis.

β€œKegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen kami di Save the Children Indonesia untuk menjadi pengawal ekosistem pemenuhan hak anak di Indonesia, termasuk dalam memastikan terpenuhinya hak anak atas pendidikan, khususnya di satuan pendidikan keagamaan di bawah naungan Kementerian Agama,” ujar CEO Save the Children Indonesia Dessy Kurwiany Ukar.

Melalui MoU ini, Save the Children berharap berbagai pembelajaran dan praktik baik tersebut dapat terhubung dengan prioritas dan kebijakan Kementerian Agama serta membuka peluang untuk dikembangkan, diadaptasi, dan diperluas sesuai kebutuhan di lebih banyak madrasah dan pesantren.

Ke depan, kedua lembaga dapat menerjemahkan kerja sama ini melalui berbagai bentuk kegiatan, termasuk penguatan kapasitas, pengembangan kebijakan dan pedoman, pertukaran pengetahuan, integrasi program, serta pengembangan dan perluasan praktik baik.