Imam Besar Masjid Istiqlal itu menaruh harapan besar terhadap penguatan kelembagaan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.
Kehadiran lembaga tersebut diharapkan semakin memperkuat dukungan pemerintah dalam memajukan ekosistem pesantren, baik dari aspek pendidikan, kemandirian, maupun pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Yasini, Nanik Asnawati, memaparkan berbagai capaian pesantren yang berdiri sejak 1940 dan kini mengasuh 4.561 santri, terutama dalam penguatan kemandirian ekonomi melalui koperasi dan unit usaha produktif untuk menopang pendidikan serta pemberdayaan masyarakat sekitar.
βSaat ini, Koperasi Pesantren Al Yasini memiliki 19 unit retail, produk air minum dalam kemasan Al Yasini yang ada di hadapan Bapak, itu adalah milik kami sendiri, serta KSPPS dengan 10 kantor layanan,β kata Nanik.
Berkat pengembangan usaha tersebut, Kopontren Al Yasini berhasil meraih Juara 1 Koperasi Berprestasi Jawa Timur kategori kopontren mandiri serta Juara 1 Santripreneur Nasional kategori perdagangan pada 2026. Keberhasilan itu juga memberikan manfaat langsung melalui berbagai program sosial dan pendidikan.