Di tengah ramainya bursa kerja, sang ayah mengaku masih kebingungan mencari perusahaan yang membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, terutama yang sesuai dengan latar belakang pendidikan putrinya di bidang komunikasi.
"Tadi saya sudah tanya, sebenarnya khusus untuk difabel itu ada enggak? Katanya bisa semuanya. Cuma kita enggak tahu yang mana," kata dia.
Ami mengatakan, dirinya bersama anaknya, Amelia Zuhalmi (24), sempat mendatangi sejumlah stan perusahaan. Mereka juga mendapat arahan untuk mengikuti konseling atau pelatihan, tetapi belum memperoleh kepastian mengenai lowongan yang sesuai.
Kendala teknis turut menghambat upaya mereka. Saat mencoba melamar ke salah satu perusahaan ritel, proses pendaftaran belum dapat dilanjutkan karena pemindaian kode batang terkendala jaringan internet.
Bagi sang ayah, kedatangan ke bursa kerja tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu putrinya memperoleh penghasilan tetap.
Setelah lulus kuliah, Amelia sempat menjalani magang, tetapi belum mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan bulanan yang pasti.
Saat ditanya mengenai harapannya kepada pemerintah, sang ayah berharap tersedia jalur khusus yang memudahkan penyandang disabilitas mengakses kesempatan kerja.
Di sampingnya, Amelia juga terus berusaha mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya. Lulusan S1 Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara itu mengaku tertarik bekerja di bidang komunikasi, terutama menjadi penyiar radio.