"Bahkan analisis di Health Policy Watch memandangnya sebagai masterstroke diplomacy karena lahir di AS, yang berpotensi jadi solusi strategis hubungan dengan pemerintah Amerika Serikat," sambungnya.

Di posisi kedua terkuat, Dicky menempatkan Dr Hans Henri P Kluge asal Belgia. Sosok dokter yang menjabat Direktur Regional WHO Eropa sejak Februari 2020 ini teruji memimpin kawasan Eropa melewati rentetan krisis besar, mulai dari pandemi COVID-19, wabah Mpox, hingga dampak kesehatan konflik Rusia-Ukraina.

Selain rekam jejak krisis multilateral, Kluge ditopang oleh blok Eropa yang secara historis memiliki suara sangat solid di World Health Assembly (WHA). Ia juga sukses menyusun kerangka kebijakan strategis kawasan melalui European Programme of Work.

Sementara itu, kandidat ketiga adalah mantan Menteri Kesehatan Qatar, Dr Hanan Mohammed Al-Kuwari. Dicky menilai profil Al-Kuwari paling mirip dengan BGS karena sama-sama datang dari latar belakang menteri kesehatan domestik, bukan karier birokrat dari dalam tubuh WHO.