NADIKABAR.COM — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak peserta Pelatihan Vokasi Nasional memanfaatkan pelatihan untuk menguasai keterampilan, menambah pengalaman, dan membangun portofolio sebagai bekal memasuki dunia kerja.
“Peserta perlu membangun portofolio yang menunjukkan kemampuan, memperluas jejaring, dan menjaga reputasi melalui hasil kerja yang baik. Keterampilan yang dikuasai juga dapat menjadi modal untuk membuka usaha, misalnya bengkel sesuai kompetensi yang dimiliki,” kata Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Lebih lanjut, Yassierli menegaskan, pelatihan vokasi harus memberikan manfaat nyata bagi peserta, bukan sekadar menghasilkan sertifikat.
“Karena itu, peserta perlu memastikan kemampuan yang dipelajari dapat diterapkan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai bidang kompetensinya,” ujar dia.
Ia pun meminta peserta aktif belajar bersama instruktur, memahami standar kerja, dan terbuka terhadap masukan.
Arahan instruktur perlu diterapkan dalam praktik agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengerjakan tugas sesuai kebutuhan dunia kerja.
Selain itu, Yassierli juga mengingatkan peserta Pelatihan Vokasi Nasional agar berani mencoba hal baru dan terus belajar. Kemampuan menerima kritik dan mengevaluasi hasil pekerjaan menjadi bagian penting dari proses meningkatkan kompetensi sekaligus membentuk sikap profesional.
“Orang-orang yang sukses adalah orang yang berani mencoba, terus belajar, dan siap menerima masukan,” ujar Yassierli.
Menurut dia, perjalanan karier merupakan proses bertumbuh yang tidak berhenti pada pekerjaan pertama.
Pengalaman yang diperoleh dan kemampuan yang terus dikembangkan dapat membuka kesempatan baru, baik untuk bekerja maupun merintis usaha.
Oleh karena itu, ia meminta peserta tidak berhenti pada sertifikat setelah menyelesaikan pelatihan.
“Kompetensi yang diperoleh juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha,” kata Menaker.