Dari kelima unsur itu, Menaker menilai pemahaman terhadap kebutuhan pasar perlu mendapat perhatian khusus. Peningkatan kapasitas produksi tidak akan bermakna jika perusahaan gagal membaca peluang dan memastikan produknya memiliki pasar yang jelas.
Ia juga menegaskan bahwa setiap pendampingan produktivitas harus menghasilkan manfaat ekonomi yang terukur.
Pendekatan pendampingan yang terukur dan terstruktur, kata dia, diharapkan menjadi landasan untuk memperluas cakupan program. Jika proyek percontohan ini berhasil, pendampingan direncanakan diperluas ke lebih banyak perusahaan tahun depan.
“Jika saat ini pendampingan baru menjangkau puluhan perusahaan, ke depannya program tersebut harus mencakup ribuan bahkan ratusan ribu perusahaan,” ujar Yassierli.
Adapun Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melakukan pendampingan peningkatan produktivitas sebagai proyek percontohan (pilot project) baru berupa intervensi pemerintah kepada 20 perusahaan agar produktivitasnya meningkat.