NADIKABAR.COM — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan Program Pemagangan Nasional dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta, bukan menggantikan pekerja yang sudah ada di perusahaan.

Yassierli mengatakan pemerintah menerima kekhawatiran dari sejumlah pihak bahwa perusahaan dapat memanfaatkan peserta magang untuk menggantikan pekerja, termasuk dengan mengurangi pekerja yang sudah ada.

“Ada kekhawatiran, saya juga dapat, bahwa program magang ini menggantikan pekerja. Kita berharap, yang pertama magang ini memang mereka bisa belajar, dan perusahaan juga mendapatkan manfaat,” ujar Yassierli saat Kick Off Program Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan 2 di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, peserta magang tidak dapat menggantikan pekerja karena program hanya berlangsung selama enam bulan.

Perusahaan juga perlu memberikan pelatihan kepada peserta baru apabila kembali menggunakan tenaga magang setelah periode tersebut berakhir.