Hasil pemilu sela tersebut mencerminkan kemarahan mendalam terkait meningkatnya biaya hidup, tarif, dan kebijakan Trump terhadap Iran, yang memicu lonjakan harga bahan bakar dan menambah ketidakpuasan publik terhadap seorang presiden yang memang sudah sangat tidak populer di AS.

Blue Wave Terjang Basis Pendukung Partai Republik

Terobosan krusial diciptakan Partai Demokrat dalam pemilu sela ini, khususnya untuk pemilihan Senat. Setidaknya ada tujuh negara bagian AS yang tadinya dikuasai Senator Partai Republik yang jatuh ke tangan Partai Demokrat dalam pemilu, yang diwarnai "blue wave" yang luar biasa -- gelombang Partai Demokrat yang diwakili warna biru.

Ketujuh negara bagian itu terdiri atas North Carolina, South Carolina, Texas, Ohio, Iowa, Kansas, dan Maine.

Di North Carolina, kandidat Partai Demokrat, Roy Cooper, yang juga mantan Gubernur, mencatatkan salah satu hasil paling krusial dalam pemilu sela AS dengan mengalahkan kandidat Partai Republik, Michael Whatley, yang juga mantan Ketua Komite Nasional Partai Republik yang dipilih langsung oleh Trump.

Terobosan krusial lainnya terjadi di South Carolina, dengan kandidat Partai Demokrat, Annie Andrews, seorang dokter anak, mengalahkan kandidat Partai Republik, Darline Graham, yang didukung Trump. Partai Demokrat tercatat belum pernah memenangkan pemilihan Senat di South Carolina yang sangat konservatif sejak tahun 1998.

Sejarah tercipta di Kansas, di mana kandidat Partai Demokrat, Adam Hamilton, seorang pendeta Metodis, berhasil mengalahkan petahana dari Partai Republik. Roger Marshall. Kemenangan ini menjadikan Hamilton sebagai Demokrat pertama yang terpilih menjadi Senator Kansas sejak tahun 1932 silam.

Kansas dikenal sebagai negara bagian AS yang sangat konservatif dan biasanya dikuasai Partai Republik.