β€œDan atas dasar itu Kementerian Kebudayaan membangun pendekatan ekosistem dari hulu hingga hilir mulai dari penciptaan, regenerasi talenta, penguatan komunitas dan festival, penerjemahan, promosi, pengelolaan hak cipta, hingga perluasan akses pasar dan jejaring internasional,” katanya.

Fadli berharap ekosistem sastra Indonesia, mulai dari sastrawan, komunitas sastra, festival, penerbit, sampai Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia, berkolaborasi menyukseskan program-program yang sudah dirancang dan dijalankan.

β€œKita berharap ke depan lebih banyak keterlibatan dari pegiat sastra untuk mendukung dan berkontribusi bagi kemajuan sastra di Indonesia," kata Fadli.

Ketua Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia Pratiwi Juliani menyatakan penghargaan sastra tidak semata cara memilih karya terbaik, tetapi juga sebagai upaya mencatat perjalanan kesusastraan pada suatu masa.

β€œSastra yang baik tidak selalu memberikan jawaban. Sering kali, ia justru membuat kita mengajukan pertanyaan yang mampu melampaui suatu karya itu sendiri,” papar Pratiwi.