Gambar-gambar tersebut dibuat melalui teknik sembur dan lukis, dengan atribut berupa cap tangan, figur babi kutil, figur anoa, serta figur antropomorfik dan therianthrope, yaitu figur yang memadukan karakteristik manusia dan hewan.
Nilai penting Leang Bulu Sipong 4 juga terletak pada penggambaran adegan perburuan yang memperlihatkan hubungan manusia dengan lingkungan dan satwa pada masa prasejarah. Penelitian terhadap situs ini menggunakan pendekatan pertanggalan uranium-series dengan teknik laser ablation, yang membantu peneliti memperkirakan usia gambar cadas secara lebih terperinci.
Temuan tersebut memperkuat posisi Sulawesi sebagai salah satu kawasan penting dalam penelitian seni cadas awal manusia.
Menurut dia, keberadaan gambar cadas yang rentan mengalami perubahan dan kerusakan membuat pemantauan kondisi situs menjadi bagian penting dari upaya pelestarian.