NADIKABAR.COM β Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon membahas penguatan peran Indonesia dalam UNESCO, seperti menegaskan komitmen untuk mengambil peran yang semakin aktif dan substantif di UNESCO.
βIndonesia ingin semakin aktif memberikan gagasan, pengalaman, dan praktik baik kepada UNESCO. Kita juga ingin memastikan perspektif negara-negara Selatan memperoleh ruang yang semakin kuat dalam pembahasan global di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan,β ujar Menbud Fadli Zon dalam keterangan resmi kementerian yang diterima, Jumat.
Hal itu disampaikan Menbud Fadli dalam UNESCO dalam pertemuan dengan Ketua Dewan Eksekutif UNESCO, Dr. Nasser bin Hamad Al Hinzab, di sela Sidang ke-225 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Kamis (8/10), turut membahas peningkatan efektivitas tata kelola organisasi, serta pengembangan skema pendanaan baru dan berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan mandat UNESCO di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, komunikasi, dan informasi.
Dewan Eksekutif UNESCO beranggotakan 58 negara anggota terpilih dan berperan penting dalam mengawal program kerja, tata kelola organisasi, serta pelaksanaan kebijakan UNESCO. Indonesia saat ini menjabat sebagai anggota Dewan Eksekutif untuk periode 2023β2027.
Ketua Dewan Eksekutif UNESCO, Dr. Nasser bin Hamad Al Hinzab, menyambut komitmen tersebut dan menilai kehadiran aktif Indonesia penting dalam memperkuat pelaksanaan program dan mandat UNESCO.
Dalam pertemuan itu, Dr. Al Hinzab menyoroti tiga kebutuhan utama UNESCO ke depan, yakni memperkuat visibilitas mandat organisasi, meningkatkan transparansi dan tata kelola, serta membangun sumber-sumber pembiayaan baru yang lebih berkelanjutan.