“Pertunjukan ini mengangkat tema yang sangat penting tentang perdagangan manusia. Saya mengetahui dan menyaksikan sendiri perhatian Sarah terhadap isu ini sejak beberapa tahun lalu, termasuk keterlibatannya dalam forum internasional terkait human trafficking. Karena itu, pengalaman dan pemikirannya dalam upaya mencegah dan melawan perdagangan manusia memberikan penghayatan yang kuat ketika isu tersebut dibawakan melalui karya monolog,” ujar dia.

Melalui pementasan “Kalau Bukan Aku”, seni pertunjukan tidak hanya menjadi ruang ekspresi artistik, tetapi juga dapat menghadirkan isu sosial kepada masyarakat. Kementerian Kebudayaan terus berkomitmen mendorong tumbuhnya ekosistem seni pertunjukan sebagai bagian dari penguatan ekosistem kebudayaan Indonesia.