Dalam menulis naskah monolog tersebut, Sara mengaku menuangkan apa yang ada di dalam benaknya sebagai aktivis anti-perdagangan orang sejak tahun 2009. Pementasan monolog "Kalau Bukan Aku" menyuarakan suara, terutama keluarga korban perdagangan orang yang hampir jarang terdengar.
“Saya menjadi aktivis anti-perdagangan orang, mengetahui bahwa banyak suara mereka tuh enggak didengar, tahunya itu hanya dari berita yang istilahnya itu udah disaring dan itu memang hanya soal kasusnya, tetapi bagaimana suara dari mereka yang ditinggalkan, mereka yang harus tinggal dengan luka dan trauma, dimana kadang-kadang keluarga korban malah dianggap aib,” ujar Sara.