NADIKABAR.COM — Keraton Solo kembali memanas setelah dua kubu saling lapor ke polisi. Insiden ini terjadi di tengah rencana Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melakukan revitalisasi sejumlah objek cagar budaya keraton.
Satu laporan polisi yang dibuat seorang abdi dalem ditujukan kepada Pengageng Sasana Wilapa Paku Buwono XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, dan BRM Yudhistira, atas dugaan kasus pengeroyokan dan penganiayaan.
Sementara itu, Gusti Rumbay melaporkan Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo yang dipimpin oleh Gusti Raden Ayu (GRAy) Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, atas dugaan kasus penguasaan atau pencurian atau penggelapan gamelan Sekaten.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan, sejumlah objek cagar budaya dan museum tengah mendapatkan bantuan untuk dilakukan pemugaran atau revitalisasi, seperti sejumlah Museum, dan Keraton Solo.
"Di Keraton Solo kita akan mulai proses revitalisasi, karena banyak bangunan-bangunan yang sebenarnya itu Bangunan Cagar Budaya (BCB) itu tidak terurus dan terawat. Sehingga di Keraton Solo juga jadi bagian yang akan direvitalisasi," kata Fadli Zon, kepada awak media di Kampus UTP Solo, Rabu (26/8/2026).