Menurut dia, film dapat membantu masyarakat memahami sejarah karena memadukan gambar, cerita, akting, dan musik dalam satu karya.

"Karena di dalam film ada semuanya, ada gambarnya, ada cerita, ada akting, ada musik, dan semua bisa tergambar di sana," ujarnya.

Fadli mengatakan masih banyak kisah kepahlawanan Indonesia yang belum diangkat menjadi film sehingga pemerintah mendorong sineas, produser, sutradara, dan penulis skenario untuk mengangkat cerita tersebut.

Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan menetapkan 20 rumah produksi untuk menggarap tujuh film panjang dan 13 film pendek setelah melalui proses seleksi dan penjurian.