"Sebagai UNESCO Global Geopark, kawasan ini juga memiliki tanggung jawab untuk memenuhi persyaratan pelestarian, edukasi, dan pelaporan secara berkala kepada UNESCO,” ucapnya saat meninjau Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulsel.

Fadli Zon dalam momentum tersebut juga menyoroti keterkaitan kawasan tersebut dengan sejarah penelitian ilmiah, khususnya eksplorasi naturalis Inggris, Alfred Russel Wallace, yang pernah meneliti kupu-kupu di Bantimurung pada abad ke-19.

Menurutnya, kekayaan spesies kupu-kupu dan keunikan vegetasi Sulawesi merupakan bagian penting dari keanekaragaman hayati Indonesia yang perlu terus dipelajari dan dijaga.

“Kupu-kupu Bantimurung merupakan salah satu kekayaan biodiversitas Indonesia yang sangat menarik. Kawasan ini pernah menjadi lokasi penelitian Alfred Russel Wallace dan memiliki keunikan spesies yang menjadi bagian dari kekayaan alam Sulawesi," katanya.