NADIKABAR.COM — Bencana yang terjadi silih berganti dapat berdampak pada kondisi emosional masyarakat, terutama ketika informasi mengenai berbagai kejadian tersebut terus diterima. Psikolog Meity Arianty mengatakan kondisi ini dapat memicu kelelahan emosional hingga membuat seseorang menjadi apatis terhadap lingkungan sekitar.

Ia mengatakan ketika seseorang terus-menerus berada dalam situasi yang dianggap mengancam, otak dapat merasa seolah-olah bahaya selalu berada di sekitar. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang mengalami kecemasan, mudah marah, hingga menjadi pesimis.

"Kita terus menerus apalagi bencana belum satu-satu lagi. Jadi secara emosional kita jadi kayak lelah gitu. Nah dampaknya bukan hanya sekedar cemas aja gitu," ucapnya dalam tayangan detikPagi, Selasa (8/9/2026).