NADIKABAR.COM — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bertemu dengan Pemerintah Arab Saudi dorong percepatan penyelesaian Perundingan Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Dewan Kerja Sama Teluk (Indonesia-GCC FTA).

Dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan Arab Saudi Majid bin Abdullah Al-Kassabi, Budi juga menegaskan komitmen Indonesia untuk menyelesaikan isu investasi khususnya jaminan keamanan dan kepastian bagi investor dalam perundingan tersebut.

"Indonesia berkomitmen penuh untuk menyelesaikan perundingan Indonesia-GCC FTA, termasuk pembahasan mengenai investasi dan perlindungan investor," kata Budi.

Ia menambahkan, Indonesia berharap dukungan Arab Saudi dapat mendorong penyelesaian perundingan sehingga kerja sama perdagangan dan investasi dengan negara-negara GCC dapat makin diperkuat.

Perundingan Indonesia-GCC FTA menunjukkan kemajuan signifikan setelah putaran keempatnya pada 19-22 Januari 2026 di Riyadh, Arab Saudi.

Sebagian besar teks perjanjian telah berhasil disepakati. Indonesia pun terus mendorong penyelesaian pembahasan akses pasar barang dan isu-isu yang masih memerlukan kesepakatan agar perundingan dapat selesai pada 2026.

Budi juga menyampaikan pentingnya mempererat kerja sama Indonesia dan Arab Saudi di sektor-sektor strategis yang menguntungkan kedua negara. Sektor-sektor tersebut, antara lain, energi, mineral, pertanian, perikanan, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia.

Selain itu, Budi mengusulkan kerja sama perdagangan produk pangan sebagai bentuk dukungan langsung terhadap penyediaan pangan berkualitas bagi jemaah haji dan umrah.

Menteri Al-Kassabi menyambut baik komitmen Indonesia untuk mempercepat penyelesaianperundingan Indonesia-GCC FTA.

Arab Saudi juga menyampaikan komitmennya untuk mempererat kerja sama dengan Indonesia pada sektor-sektor strategis dan mengidentifikasi berbagai sektor yang dapat dikembangkan bersama.

Menteri Al-Kassabi juga mengusulkan pembentukan Indonesia Village atau Kampung Indonesia yang bersifat permanen dalam rangkaian Expo Riyadh 2030.